Sunday, 13 August 2017

BEKERJA BERSAMA untuk #UbahJakarta Menjadi Lebih Baik


Transportasi merupakan kegiatan mengangkut atau membawa sesuatu, baik itu sesuatu yang hidup maupun tidak. Trasnportasi berasal dari kata latin, yakni trans yang memiliki arti sekarang atau sebelah dan portase yang berarti membawa atau mengangkut. Transportasi dibagi menjadi dua macam, yaitu transportasi darat dan laut. Transportasi darat adalah suatu kegiatan atau usaha mengangkut atau membawa sesuatu baik benda hidup maupun benda mati dari satu tempat ke tempat lainnya yang ingin dituju melalui jalur darat, salah satunya dengan menggunakan media berupa jalan.
Jalan merupakan prasarana atau dengan kata lain adalah media transportasi yang berfungsi menghubungkan suatu daerah ke daerah lainnya. Jalan memiliki peranan yang sangat vital karen merupakan salah satu unsur terpenting dari sasaran pembangunan nasional baik dalam bidang infrastruktur maupun bukan.
Mengapa Hal Tersebut Dapat Terjadi?
Karena seluruh transportasi darat akan selalu menggunakan jalan sebagai media transportasinya dalam melakukan perpindahan dengan berbagai mecam tujuan salah satunya adalah dalam mencapai tujuan pembangunan tersebut.
Seiring berkembangnya zaman, teknologi, dan bertumbuhnya ekonomi pada kehidupan masyarakat khususnya pada zaman milenial seperti saat ini, tingkat frekuensi penggunaan kendaraan menjadi sangat tinggi khususnya di negara – negara berkembang. Tingginya penggunaan kendaraan tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi, sayangnya hal tersebut tidak berimbang dengan penggunaan tranportasi umum di kalangan masyarakat. Sehingga banyaknya kendaraan pribadi yang “tumpah ruah” di jalan raya mengakibatkan kemacetan di beberapa titik ruas jalan. Hal tersebut dikarenakan volume kendaraan yang semakin hari semakin tinggi tidak dibarengi dengan tingkat kapasitas dan pelayanan jalan yang direncanakan. Kemacetan tersebut sangat berdampak buruk karena dapat menghambat kegiatan transportasi.
Di Indonesia, kemacetan merupakan hal serius dan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum teratasi dengan baik khususnya di kota besar seperti Jakarta. Tingkat kemacetan tersebut disebabkan oleh banyaknya penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat, yakni seperti motor dan mobil kemudia disertai juga dengan kondisi jalan yang semakin hari semakin menurun karena beberapa faktor salah satunya adalah beban kendaraan yang tidak sesuai dengan rencana. Minimnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum juga merupakan penyebab utama dari “kemacetan” tersebut.
 Padahal kemacetan memiliki andil besar terhadap kerugian negara Indonesia, yakni sekitar 9 triliun rupiah per tahun (Sumber : Koran Jakarta 24/02/2017). Bukankan dengan 9 triliun tersebut akan lebih bermanfaat jika dapat digunakan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan nasional apabila tingkat kemacetan dapat ditekan, hal tersebut dapat dicapai jika masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Tidak semua warga Jakarta dan sekitarnya selalu menggunakan kendaraan pribadi, seperti halnya saya yang merupakan sala satu pengguna transportasi umum ketika berpergian dari Tangerang Selatan ke Jakarta dan sebaliknya.
Transportasi umum di Jakarta yang sampai sekarang masih menjadi primadona warga Jakarta adalah Transjakarta dan KRL (Kereta Listrik) atau yang lebih dikenal dengan Commuterline, akan tetapi kedua tranportasi umum massal tersebut nampaknya belum cukup untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta.
Walaupun Begitu, Kita Tidak Perlu Selamanya Berkecil Hati, Mengapa?
Karena saat ini warga Jakarta bisa sekali lagi berbangga dan bernafas lega dengan pencapaian pemerintah dalam mewujudkan transportasi umum yang mumpuni, yakni MRT Jakarta.
Apakah MRT Jakarta itu?
MRT Jakarta atau Mass Rapid Transit Jakarta menurut Wikipedia Indonesia adalah angkutan cepat terpadu Jakarta dengan sistem trasnportasi transit cepat. Transit cepat yang dimaksud adalah dimana setiap perpindahan penumpang yang menggunakan MRT Jakarta tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menunggu angkutan yang akan datang mengangkutnya.
Apakah Yang Membedakan MRT dengan KRL?
Sesungguhnya baik MRT atau KRL, keduanya tidak begitu berbeda karena merupakan kereta yang bekerja dengan menggunakan aliran listrik dan berfungsi untuk mengangkut penumpang dalam jumlah banyak dalam berpergian ke suatu tempat, akan tetapi yang membedakan adalah dari segi konstruksinya.
Untuk konstruksi jalur KRL hanya ada 1, yakni yang berada diatas tanah yang dapat dengan mudah kita lihat di sepanjang jalan raya, sedangkan untuk konstruksi jalur MRT Jakarta sendiri memiliki 2 jalur, yakni jalur layang dan jalur bawah tanah dan sama sekali tidak menjadi satu dengan jalan raya.
MRT Jakarta sendiri memang sudah lama digagas oleh pemerintah akan tetapi sempat terhenti karena beberapa faktor dan sekaranglah, pemerintah sedang berusaha merampungkan proyek MRT Jakarta tersebut. Perkembangan proyek MRT Jakarta juga terbilang baik.
Bagaimana Bisa Saya Katakan Demikian?
Sejujurnya, saya pribadi belum sempat menilik langsung konstruksi untuk jalur bawah tanahnya dan hanya sebatas melihat konstruksi jalur layangnya saja, akan tetapi kita dapat dengan mudah mengikuti segala perkembangan konstruksi MRT Jakarta ini melalui website resmi milik PT. MRT Jakarta, bahkan kita juga dapat bertanya langsung mengenai perkembangan yang paling terkini melalui akun media sosialnya seperti :
·        Twitter @mrtjakarta
·        Facebook Fanpage https://www.facebook.com/jakartamrt 
·        Instagram @mrtjkt 
                 Berikut merupakan contoh foto konstruksi jalur layang MRT Jakarta yang saya ambil di jalan RS.Fatmawati, Jakarta Selatan pada tanggal 20 Mei 2017
      
Proyek MRT Jakarta sudah hampir 100% rampung dengan perkembangan kontruksi jalur layang sudah mencapai sekitar 56% dan kontruksi bawah tanah mencapai 83%. Hal tersebut dapat tercapai karena kerja keras dari pihak – pihak  PT. MRT Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta yang terlibat dalam proyek transportasi massal masa depan warga Jakarta tersebut. 
Di bawah ini juga tidak lupa saya sisipkan beberapa foto konstruksi jalur bawah tanah yang didapatkan dari google images

 Transportasi MRT Jakarta dirancang dengan tingkat kenyamanan bertaraf internasional (perlu diingat ya, taraf internasional bukan tarif internasional dan jangan sampai terbalik karena keduanya memiliki definisi yang sangat berbeda) salah satunya yakni ramah terhadap pengguna kaum difabel karena banyak sekali teman – teman kita yang berasal dari kaum difabel di Jakarta ketika berkendara menggunakan transportasi umum sering kali merasa kesulitan akibat transportasi umum yang memadai dianggap kurang bersahabat untuk menunjang kebutuhan mereka.
 Transportasi MRT Jakarta ini merupakan solusi yang baik untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta dan sekitarnya yang selama ini merupakan momok paling menakutkan bagi kita semua, dengan adanya transportasi umum massal MRT Jakarta ini nantinya diharapkan dapat menghilangkan stereotip buruk di masyarakat mengenai transportasi umum massal serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya untuk menggunakan tranportasi umum dalam berpergian baik untuk berekreasi, bekerja, dan lain sebagainya.
Nantinya, dengan beralih ke transportasi umum massal ini masyarakat dapat dengan mudah menghemat waktu dan bahan bakar ketika berpergian karena tidak perlu menghabiskan waktu lama terjebak kemacetan ibukota di jalan yang dapat membuat bensin menjadi boros pada kendaraannya akibat kemacetan tersebut.
Kepada para warga Jakarta dan sekitarnya, khususnya untuk para generasi muda, mulailah belajar menjadi generasi yang mandiri dan tidak menjadi generasi yang manja dengan sedikit – sedikit memakai kendaraan pribadi untuk berpergian dalam jarak tempuh yang terbilang tidak jauh, Yuk beralih ke transportasi umum massal dimulai dari detik ini kalian membaca postingan saya ini karena dengan beralih menggunakan transportasi umum kalian sudah dengan jelas memiliki andil besar terhadap kemajuan Jakarta dalam mengurangi tingkat kemacetan di jalan raya yang sudah sangat jelas merugikan terutama dari segi finansial dan disamping itu kalian juga mendukung program transportasi umum massal menggunakan MRT Jakarta yang sebentar lagi bisa dirasakan manfaatnya.
Maka dari itu untuk kita semua yang merupakan bangsa Indonesia yang terkenal dengan ciri khas sifat GOTONG ROYONG nya dari berbagai generasi, mari BEKERJA BERSAMA untuk #UbahJakarta menjadi lebih baik dimulai dari hal terkecil yang dapat dengan mudah kita lakukan, yakni dengan menggunakan transportasi umum massal yang telah disediakan oleh pemerintah dan mendukung pembangunan serta penggunaannya di masa mendatang sebagai salah satu transportasi umum massal warga Jakarta dan sekitarnya dalam ber-transportasi, yakni MRT Jakarta!

No comments:

Post a Comment